Seiring dengan meningkatnya konektivitas ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, sistem pembayaran lintas negara menjadi hal penting dalam perkembangan hubungan ekonomi kedua negara.
QRIS menjadi salah satu inovasi yang mendukung perkembangan tersebut. Selain mempermudah transaksi digital di dalam negeri, perluasan QRIS ke Tiongkok menunjukkan bagaimana sistem pembayaran Indonesia mulai terhubung dengan ekosistem pembayaran lintas negara.
Namun, untuk mendapatkan perhatian dari media internasional, pembahasan mengenai QRIS perlu dikemas dengan angle yang lebih luas.
Karena itu, RadVoice Indonesia membantu mengembangkan perspektif Indonesia mengenai QRIS agar relevan dengan konteks editorial media internasional. Pendekatan ini kemudian menghasilkan publikasi di China Global South Project (CGSP), media yang membahas hubungan Tiongkok dengan negara-negara yang berada di Global South.
Membawa Isu QRIS ke Media Internasional

Pendekatan tersebut menghasilkan publikasi artikel berjudul “Why China Matters in Southeast Asia’s E-Payment Future” di CGSP, media yang membahas hubungan Tiongkok dengan negara-negara yang berada di Global South.
Artikel tersebut membahas perkembangan QRIS di Tiongkok, mulai dari meningkatnya transaksi lintas negara hingga penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antara Indonesia dan Tiongkok.
Dengan menempatkan QRIS dalam konteks yang lebih luas, isu tersebut menjadi relevan bagi pembaca yang mengikuti perkembangan hubungan ekonomi dan digitalisasi di kawasan Asia Tenggara.
Dengan sudut pandang tersebut, QRIS tidak hanya dibahas sebagai teknologi pembayaran, tetapi juga sebagai bagian dari perkembangan konektivitas finansial dan hubungan ekonomi kedua negara.
Baca juga: Bagaimana RadVoice Membantu Cerita Alfin Habib dan Aruma Menjangkau Media Nasional
Mengembangkan Angle yang Relevan bagi Audiens Internasional

Dalam proses pengembangan materi, RadVoice membantu mengidentifikasi sudut pandang yang sesuai dengan kebutuhan editorial CGSP dan menyusun konteks Indonesia agar relevan bagi pembaca internasional.
Salah satu pendekatannya adalah menghubungkan perkembangan QRIS dengan tren cross-border payment di Asia. Perluasan QRIS ke Tiongkok kemudian dibahas sebagai bagian dari perubahan infrastruktur pembayaran di kawasan, ketika sistem pembayaran nasional semakin terhubung dan transaksi mulai menggunakan mata uang lokal.
Pendekatan ini juga membuka pembahasan mengenai peluang dan tantangan konektivitas pembayaran lintas negara, mulai dari kemudahan transaksi bagi wisatawan dan pelaku bisnis hingga perlindungan data, keamanan transaksi, dan koordinasi regulasi antarnegara.
Dengan pendekatan tersebut, QRIS dapat dibahas bukan hanya sebagai inovasi pembayaran Indonesia, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan infrastruktur pembayaran dan konektivitas ekonomi Indonesia-China dan sistem pembayaran lintas negara di Asia Tenggara.
Menjembatani Isu Lokal dengan Media Internasional

Publikasi di CGSP menunjukkan bagaimana isu yang berkembang di Indonesia dapat dikembangkan menjadi topik yang memiliki relevansi regional. Dalam proyek ini, RadVoice membantu membangun naratif yang menghubungkan perkembangan QRIS dengan hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok, sehingga topik tersebut sesuai dengan konteks editorial media internasional.
Bagi RadVoice, pendekatan ini menunjukkan pentingnya menemukan konteks yang tepat ketika membawa isu lokal ke media internasional. Isu yang berangkat dari perkembangan di Indonesia dapat dikembangkan menjadi cerita yang memiliki relevansi regional dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Pendekatan ini membuat QRIS dapat dibahas lebih dari sekadar inovasi pembayaran digital. Isu tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas perkembangan konektivitas ekonomi dan sistem pembayaran lintas negara di Asia.
Baca juga: RadVoice Membantu Tokocrypto Mengenalkan Tokenized Stocks Lewat Advertorial di Homeless Media
Punya cerita yang layak mendapat perhatian global? Hubungi RadVoice Indonesia untuk mendiskusikan strategi media relations yang tepat.

PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
