Sebuah acara berskala nasional membutuhkan strategi media relations yang tepat agar informasinya dapat menjangkau audiens yang relevan. Inilah yang menjadi fokus RadVoice Indonesia ketika dipercaya menggarap media relations untuk Career Day Jakarta 2026, acara kolaborasi Plan Indonesia bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI dan DBS Foundation.
Strategi yang dijalankan sejak awal membantu Career Day Jakarta 2026 mendapatkan 26 publikasi di media nasional maupun media dengan segmentasi khusus.
Capaian tersebut menjadi hasil dari perencanaan media relationsyang disusun untuk memastikan informasi mengenai acara menjangkau media dan audiens yang sesuai.
Baca juga: RadVoice Membantu Tokocrypto Mengenalkan Tokenized Stocks Lewat Advertorial di Homeless Media
Career Day Jakarta 2026 untuk Talenta Muda yang Siap Kerja
Career Day Jakarta 2026 digelar sebagai bagian dari program You RISE (Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered), inisiatif yang dirancang untuk mempertemukan talenta muda dengan dunia kerja secara lebih terarah.
Berbeda dari job fair konvensional, acara ini menerapkan mekanisme talent matching, di mana ratusan kandidat lebih dulu melalui proses screening CV dan mendapatkan pembekalan hard skill maupun soft skill sebelum bertemu langsung dengan perwakilan perusahaan.

Nilai tambah lainnya terletak pada fokus inklusivitas. Dari ratusan talenta muda yang hadir, mayoritas merupakan perempuan muda, dan sebagian di antaranya penyandang disabilitas yang telah melalui pelatihan bersama Plan Indonesia dan DBS Foundation.
Bagi RadVoice, kombinasi isu ketenagakerjaan anak muda, kesetaraan gender, dan inklusivitas tersebut membuka beragam news angle.
Cerita tentang kesiapan talenta muda dapat disesuaikan untuk media nasional, sementara aspek pemberdayaan perempuan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dapat diangkat untuk menjangkau media dengan segmentasi pembaca spesifik.
Membangun Media Relations untuk Audiens yang Tepat
Agar pesan Career Day 2026 menjagkau audiens yang relevan, RadVoice menyusun pendekatan media berdasarkan tiga tingkatan.
Media tier 1 mencakup media nasional arus utama dengan jangkauan pembaca luas, yang penting untuk membangun kredibilitas dan visibilitas acara secara umum.
Media tier 2 mencakup media dengan segmentasi pembaca yang lebih spesifik namun memiliki engagement tinggi, seperti media dengan fokus perempuan atau ekonomi dan bisnis.
Sementara media tier 3 mencakup media pendukung dan platform digital yang membantu memperluas sebaran visibilitas ke audiens yang lebih spesifik.
Baca juga: Bagaimana RadVoice Membantu Cerita Alfin Habib dan Aruma Menjangkau Media Nasional
Pendekatan penting untuk isu yang memiliki banyak dimensi seperti ketenagakerjaan, anak muda, perempuan, dan inklusi setiap segmen media memiliki kepentingan pembaca yang berbeda.
Media ekonomi misalnya, lebih tertarik pada data pasar kerja, sementara media dengan pembaca perempuan lebih tertarik terkait keterlibatan perempuan dan akses yang dimiliki.
Melalui strategi tiering tersebut, RadVoice tidak hanya mengejar jumlah publikasi, tetapi juga memastikan setiap angle Career Day 2026 disampaikan melalui media yang memiliki audiens paling relevan.
Menjadi Jembatan Antara Perusahaan dan Jurnalis
Dalam proses persiapan RadVoice menyusun media mapping untuk mengidentifikasi jurnalis dan media yang paling relevan dengan tujuan Career Day 2026.
Daftar ini menjadi dasar bagi RadVoice untuk mengirimkan undangan kepada para jurnalis, dilanjutkan dengan RSVP follow-up secara aktif untuk memastikan kehadiran mereka di hari pelaksanaan.
RadVoice juga hadir langsung sebagai media liaison di hari-H guna memastikan seluruh jurnalis yang datang mendapatkan akses dan informasi yang mereka perlukan.

Kebutuhan ini difasilitasi lewat dua format, yaitu sesi press conference untuk pemaparan informasi secara terstruktur, dan sesi door stop untuk memberi ruang bagi jurnalis mengajukan pertanyaan tambahan secara langsung kepada narasumber.
Kombinasi kedua format ini memungkinkan jurnalis mendapatkan bahan liputan yang lebih kaya, sekaligus membuka peluang bagi angle pemberitaan yang lebih beragam di masing-masing media.
Menghadirkan Visibilitas di 26 Publikasi
Setelah acara berlangsung, RadVoice mendistribusikan press release kepada media yang hadir maupun yang tidak sempat meliput langsung, sembari memonitor setiap publikasi yang muncul.
Baca juga: Contoh Strategi Media Relations untuk Brand yang Ingin Meningkatkan Awareness
Hasilnya, Career Day Jakarta 2026 berhasil terekam dalam 26 artikel dan publikasi di media nasional dan media segmentasi khusus.
Publikasi ini tersebar di berbagai media, termasuk ANTARA, Pikiran Rakyat, Kumparan Woman, Infobank, Parapuan, FIN.co.id, dan Merah Putih.


Sebaran ini mencerminkan media relations yang RadVoice susun membawa tujuan acara sampai ke pembaca nasional secara luas. Setiap media pun mengangkat Career Day 2026 sesuai dengan fokus segmentasi masing-masing sehingga audiens bisa mendapatkan informasi sesuai kebutuhan mereka.
RadVoice Menghadirkan Media Relationsyang Terencana
Keberhasilan visibilitas Career Day Jakarta 2026 ini menunjukkan bahwa media relations yang terencana dapat memperkuat dampak sebuah acara dengan lebih efektif.
Melalui strategi tiering, proses eksekusi yang rapi, hingga peran aktif sebagai media liaison, RadVoice membantu memastikan pesan tentang akses kerja inklusif bagi talenta muda ini sampai ke audiens yang tepat.
Setiap brand memiliki cerita dan tantangan komunikasi yang berbeda. Dengan pengalaman mengembangkan strategi komunikasi untuk berbagai sektor, RadVoice mampu membantu perusahaan mengemas pesan menjadi konten yang informatif, relevan, dan sesuai dengan karakter audiens di berbagai kanal komunikasi.

PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
