5 Perbedaan Kata Kunci Long Tail dan Short Tail


Setiap perusahaan tentu menginginkan websitenya tampil di halaman pertama hasil pencarian.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimasi SEO. Kata kunci atau keyword menjadi elemen penting yang dapat meningkatkan peringkat websitedi halaman hasil pencari.

Pasalnya, keyword membantu seorang digital marketer dalam memahami apa yang dicari oleh audiens.

Mengutip Glints, ada tiga jenis kata kunci, yaitu short tail, mid tail serta long tail. Sesuai dengan namanya, keyword ini dibedakan berdasarkan panjang karakternya.

Dibandingkan dengan short taildan long tail, mid tail keywordmemang lebih jarang digunakan.

Lalu, apa perbedaan long taildan short taildalam menulis artikel SEO? Simak selengkapnya dalam artikel yang disajikan RadVoice Indonesia.

Apa Itu Kata Kunci Short Tail?

perbedaan long tail dan short tail
Short tail mencakup topik yang sangat luas dengan volume pencarian yang tinggi (Foto: gesrey/Freepik)

Mengutip buku SEO Made Simple for Teachers, short tailartinya kata kunci yang terdiri dari satu atau dua kata.

Jenis kata kunci ini umumnya mencakup topik yang sangat luas dan memiliki volume pencarian yang tinggi.

Short tailjuga sering disebut sebagai search query, yaitu istilah populer yang banyak dicari pengguna setiap bulannya.

Baca Juga: 3 Cara Mendatangkan Traffic ke Website, Bukan Hoax!

Contoh Short Tail Keyword

Untuk memahami short tail, Anda bisa mengeksplor Google Search Console untuk mencari tahu keyword apa yang pengunjung cari di situs Anda.

Anda juga dapat mencari ide short tail keywordmelalui Google Keywords Planner, Ubersuggest, Ahrefs, hingga Semrush.

Berikut contoh short tail keyword:

  • “bunga pacar”
  • “press release”
  • “jurnalisme investigasi”
  • “citilink”
  • “rohingya”
  • “quora”
  • “cromboloni”
  • “kue rangi”
  • “masker N95”
  • “kamus oxford’, dan sebagainya.

Kenapa Short TailPenting dalam SEO?

Mengutip Ahrefs, kata kunci short tailpenting dalam SEO karena berfungsi sebagai kata kunci inti (seed keyword) dari berbagai turunan kata kunci.

Dengan mengoptimalkan short tail, Anda berpotensi mendapatkan jumlah trafik pencarian organik yang besar.

Selain itu, jenis keywordini bisa memiliki nilai yang tinggi dan kompetitif dalam strategi iklan pay-per-click (PPC).

Baca Juga: 5 Strategi Konten yang Membangun Kepercayaan Konsumen

Apa Itu Kata Kunci Long Tail?

Perbedaan long tail dan short tail
Kata kunci long tail memiliki tingkat kompetisi yang lebih rendah. (Foto oleh Freepik)

Long tail artinya kata kunci yang mencakup frasa yang spesifik, biasanya mencakup tiga kata atau lebih.

Dilansir dari laman Ahrefs, kata kunci long tailmemiliki tingkat kompetisi yang lebih rendah.

Kenapa Long TailPenting dalam SEO?

Menurut laman Yoast, long tailtetap penting dalam SEO karena memudahkan situs Anda terlacak di Google, bahkan menempati peringkat pertama di halaman pencarian.

Alasan kedua, long tailmemiliki intensi pencarian yang spesifik dan fokus, sehingga konten yang menggunakan kata kunci ini lebih mendalam dan relevan.

Meskipun volume pencariancenderung lebih kecil, long tail keywordlebih efektif 70% untuk mendatangkan trafik dibandingkan short tail keyword.

Contoh Long Tail Keyword

Anda dapat menemukan long tail keywordyang sesuai dengan kebutuhan pemasaran.

Sama seperti short tail keyword, long taildapat dilacak menggunakan Google Keywords Planner, Ubersuggest, Ahrefs, Semrush dan sejenisnya.

Untuk memberikan gambaran, berikut contoh kata kunci long tail:

  • “resep seblak kuah pedas khas bandung”
  • “cara membuat spaghetti carbonara”
  • “cara membuat croissant”
  • “ikan masak palumara”
  • “cara menghitung bounce rate”
  • “belajar bahasa spanyol dasar”
  • “apa beda ius soli dan sanguinis”, dan sebagainya.

Dalam memilih kata kunci long tail, penting untuk memperhatikan volume pencarian.

Semakin tinggi volume pencarian, semakin besar peluang situs Anda terlacak di hasil pencarian Google. Ketika pengunjung mencari informasi spesifik atau niche, situs Anda tetap terlacak. 

Tips Singkat Memilih Kata Kunci Short Taildan Long Tail

Dari banyaknya pilihan keyword, Anda perlu menentukan sesuai dengan konten Anda.

Menurut laman Exults, langkah pertama adalah membuat daftar topik riset untuk membantu proses brainstorming keyword yang tepat.

Lakukan riset kata kunci short tail dan long tail bersama tim SEO agar tetap relevan dengan strategi konten Anda.

Selain itu, fokus pada keyworddengan mempertimbangkan antara volume pencarian dan tingkat kompetisi.

Perbedaan Long Tail dan Short Tail

RadVoice telah merangkum perbedaan kata kunci short taildan long tailseperti berikut.

1. Jumlah Kata

perbedaan long tail dan short tail
Short tail keyword memiliki jumlah karakter yang lebih sedikit atau hanya satu kata. (Foto oleh Freepik)

Dilihat dari namanya, perbedaan short taildan long tailadalah jumlah karakternya.

Mengutip LinkedIn, short tail keywordmemiliki jumlah karakter yang lebih sedikit atau hanya satu kata.

Misalnya, “sepatu”, “bunga”, “liburan”, dan sebagainya.

Sementara jumlah kata pada long tail keywordlebih banyak dan biasanya lebih spesifik.

Beberapa contoh long tail keyword antara lain, “sepatu kulit untuk pria pergi ke kantor”, “cara membuat pizza yang enak di rumah”, “penyebab polusi udara tinggi di Jakarta”, dan sebagainya.

2. Niche: General vs Spesifik

Pemilihan kata kunci bergantung pada niche,industri, serta produk perusahaan Anda. 

Nantinya, Anda akan tahu kapan menggunakan short taildan long tail keyworduntuk menulis artikel.

Jika Anda memilih short tail keyword, artinya Anda ingin membuat sebuah konten yang sifatnya luas, umum, serta populer.

Biasanya, kata kunci yang singkat akan lebih mudah ditemukan oleh audiens.

Sedangkan long tail keywordlebih spesifik sesuai dengan yang ditargetkan.

Jenis keywordini akan mempermudah audiens ketika mereka mencari informasi di mesin pencarian.

3. Tingkat Volume Pencarian

Karakter long tail keywordyang lebih spesifik membuat volume pencariannya lebih rendah.

Selain itu, persaingan kata kunci panjang ini tidak begitu ketat.

Tak heran, jika long tail keywordlebih mudah membuat konten menduduki posisi yang tinggi di mesin pencarian.

Hanya saja, Anda mungkin akan lebih kesulitan menemukan long time keyworddalam SEO tools.

Dalam hal persaingan, short tail keyworddapat dibilang lebih sengit dalam dunia digital.

Persaingan kata kunci pendek cukup kompetitif, sehingga akan cukup sulit untuk konten berada di posisi pertama.

Jumlah kata yang sedikit dan sifatnya yang general membuat volume pencariannya lebih tinggi.

Short tail keywordjuga dapat meningkatkan kesadaran merek agar trafficwebsite terus meningkat.

4. Keyword Difficulty

Keyword difficultymengacu parameter tingkat kesulitan kata kunci untuk mencapai peringkat tinggi di hasil pencarian organik.

Pada short tail keyword, tingkat search volume sangatlah tinggi. Search volumeyang tinggi diikuti dengan tingginya persaingan yang ditunjukkan oleh nilai keyword difficulty.

Long tail keywordmempunyai keyword difficultyyang rendah. Artinya, persaingan untuk menempati halaman pertama hasil pencarian juga semakin kecil.

5. Tingkat Konversi

Perbedaan penting yang terakhir adalah tingkat konversi yang dihasilkan oleh masing-masing keyword.

Secara umum, keywordyang lebih spesifik biasanya mendatangkan pengguna yang sudah tahu apa yang mereka cari.

Sebaliknya, short tail keywordmempunyai tingkat konversi relatif rendah karena karakter keyword yang lebih umum.

Kapan Menggunakan Long Tail Keyworddan Short Tail Keyword?

Pemilihan kata kunci harus disesuaikan dengan konten yang relevan serta tujuan website perusahaan Anda.

Gunakan short tail keyworduntuk membuat topik utama dan kategori sehingga dapat menarik audiens untuk berkunjung dan meningkatkan visibilitas website.

Namun, jika Anda baru memulai website dan ingin menarik trafik yang lebih tertarget, maka long tail keywordmenjadi pilihan yang tepat.

Anda juga bisa menggabungkan penggunaan keduanya, tergantung pada tujuan optimasi SEO dan target industri bisnis Anda.

Jangan lupa untuk melakukan riset audiens dan analisis kompetitor untuk memastikan kata kunci bisa dimanfaatkan secara efektif.

Kesimpulan

Kata kunci merupakan hal penting demi optimasi website Anda.

Ada dua jenis kata kunci yang perlu diketahui, yaitu short taildan long tail. Keduanya memiliki perbedaan sebagai berikut:

  1. Jumlah karakter: sedikit vs banyak
  2. Niche: general vs spesifik
  3. Volume pencarian: tinggi vs rendah
  4. Keyword difficulty
  5. Tingkat konversi

Kelima perbedaan tersebut perlu diketahui ketika Anda akan melakukan riset keyword.

Kedua jenis keywordtersebut memiliki keunggulannya masing-masing dalam digital marketing perusahaan Anda.

Jadi, sudah siap menentukan jenis keywordterbaik untuk website perusahaan Anda?

Setiap kata memiliki arah. RadVoice membantu Anda merancang strategi SEO yang tepat agar meningkatkan visibilitas brand Anda di mesin pencari dan menarik audiens yang relevan.

perbedaan long tail dan short tail



Hiburan
Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Lifestyle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *