7 Kesalahan Press Release yang Wajib Dihindari

Press release atau siaran pers menjadi suatu hal penting, khususnya ketika perusahaan ingin mengenalkan brand atau produk kepada masyarakat luas.

Nantinya, pihak perusahaan akan mengirimkan siaran pers kepada jurnalis untuk disebarkan kepada masyarakat.

Mengutip website Colorado State University, siaran pers digunakan untuk mempublikasikan informasi yang memberikan dampak terhadap suatu hal seperti brand atau pribadi.

Dilansir dari artikel tersebut, organisasi publik dan swasta menggunakan siaran pers sebagai bentuk komunikasi kepada media atau masyarakat.

Seorang praktisi humas harus selalu berhati-hati dalam menulis sebuah siaran pers, sebab bisa jadi press release Anda tidak akan dipublikasikan oleh rekan media.

Jika tidak ingin hal tersebut terjadi, simak penjelasan kesalahan press release yang wajib dihindari seperti ulasan RadVoice Indonesia berikut ini.Â

Baca juga: Mengapa Press Release Sering Diabaikan? Ini 5 Tips agar Dilirik Jurnalis

7 Kesalahan Press Releaseyang Wajib Dihindari

Berikut adalah tujuh contoh kesalahan press release yang sebaiknya dihindari jika ingin diliput media.

1. Terlalu Teknis

Press release yang terlalu teknis lebih besar kemungkinannya untuk ditinggalkan media. (Foto oleh Magnific)

Saat menulis siaran pers, Anda harus mengetahui target media yang akan mempublikasikannya. Press release yang terlalu teknis atau berisi jargon perusahaan lebih mungkin ditinggalkan oleh media.

Misalnya, Anda ingin mengenalkan perusahaan teknologi di bidang Artificial Intellignece (AI) dan menuliskan tentang cara pembuatan teknologinya.

Jenis siaran pers seperti itu mungkin akan ditinggalkan oleh wartawan, sebab dianggap kurang dapat dimengerti oleh pembaca.

Jika ingin menjelaskan tentang teknologi, Anda dapat memilih kalimat atau gaya bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh orang awam.

Anda harus menempatkan diri sebagai seorang pembaca ketika menulis sebuah siaran pers yang efektif.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan penggunaan jargon perusahaan dalam sebuah siaran pers.

Pastikan, jargon disisipkan dalam kalimat yang masih relevan agar wartawan tidak menolak siaran pers yang Anda berikan.Â

2. Terlalu Jualan

Contoh siaran pers yang harus dihindari lainnya adalah terlalu banyak ajakan atau terkesan jualan.

Misalnya, Anda ingin meluncurkan sebuah produk dan jasa, kemudian hanya menjelaskan tentang kelebihan tanpa kekurangannya.

Jenis siaran pers seperti ini mungkin akan langsung ditinggalkan oleh wartawan. Hindari unsur-unsur yang terlalu promosional sebagai bagian judul press release.

Pilihlah kalimat yang membuat jurnalis tertarik. Jika ingin mengenalkan tentang produk perawatan wajah, sebaiknya Anda mendeskripsikan tentang kandungan yang di dalamnya secara umum.

Misalnya, “Aloe vera memiliki manfaat untuk kesehatan kulit” dibandingkan harus menulis “Banyak orang mencari produk aloe vera seperti krim X demi menjaga kesehatan wajahnya”.

Penting bagi praktisi PR untuk selalu mengetahui cara wartawan dalam menulis siaran pers sebelum menerbitkannya secara luas.

Praktisi PR juga dapat melakukan diskusi dengan wartawan seperti media gathering untuk mengetahui kebutuhan para wartawan dalam menulis sebuah berita.Â

3. Terlalu Banyak KlaimÂ

Pastikan klaim diganti dengan kalimat soft selling. (Foto oleh Magnific)

Praktisi PR juga harus mulai mengurangi klaim produk ketika menulis siaran pers untuk publikasi.

Anda mungkin dapat menuliskan klaim di sebuah siaran pers jika hanya dipublikasikan lewat website resmi perusahaan, bukan untuk media.

Seorang wartawan mungkin akan menghapus tulisan atau bahkan tidak akan mempublikasikan jika siaran pers memiliki terlampau banyak klaim.

Pastikan Anda mengganti klaim dengan kalimat soft selling,seperti “Vitamin C merupakan antioksidan yang baik untuk tubuh” jika Anda ingin menjual sebuah produk minuman rasa jeruk.

Anda juga dapat menggunakan kalimat, “Jangan lupa untuk selalu konsumsi vitamin C untuk daya tahan tubuh” dibandingkan menulis “Minuman X sangat baik untuk daya tahan tubuh Anda”.

Tugas seorang wartawan adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat, bukan untuk menulis konten iklan. Hal ini penting untuk diingat oleh para humas perusahaan.Â

Baca juga: Bagaimana Mengukur Keberhasilan Media Relations?

4. Tidak Ada KutipanÂ

Contoh press release yang harus dihindari lainnya adalah tidak memiliki kutipan.

Perlu diketahui, kutipan merupakan hal penting dalam sebuah penulisan siaran pers.

Menurut prnews.io, kutipan dapat menarik perhatian jurnalis dalam mengolah sebuah siaran pers.

Selain itu, kutipan juga dapat meningkatkan citra dari narasumber dan perusahaan Anda di mata publik.

Pastikan Anda membuat kutipan yang terkesan professional, sehingga para jurnalis tidak perlu berpikir dua kali saat mempublikasikan siaran pers Anda.Â

5. Bahasanya Sulit Dipahami

Jurnalis membutuhkan informasi secara cepat untuk segera diberitakan kepada masyarakat.

Maka dari itu, bahasa yang mudah dipahami akan sangat membantu jurnalis untuk mempercepat proses pemberitaan.

Hindari menggunakan kata-kata atau singkatan yang tidak umum digunakan di dalam press release.

6. Mengirimkan di Waktu yang Salah

Menurut Editor in Chief Siliconera, Spencer Yip, yang dikutip duniaku, waktu mengirim press release akan sangat menentukan apakah jurnalis akan menindaklanjutinya atau tidak.

Di dalam penjelasannya, Spencer Yip memberikan contoh mengirim siaran pers mengenai peluncuran gamebaru.

Praktisi PR harus mengetahui jadwal acara besar game tahunan internasional. Sebab, jika siaran pers dikirim bersamaan dengan agenda itu sudah jelas akan diabaikan oleh media.

Media akan cenderung memilih memberitakan agenda besar yang sedang berlangsung dibandingkan menindaklanjuti siaran pers dari perusahaan game baru.

Hal ini juga berlaku pada semua jenis siaran pers. Jika sedang ada agenda besar di suatu negara, maka informasi yang dikirim melalui press release besar kemungkinannya akan diabaikan.

7. Tidak Dikirimkan ke Media yang Tepat

Masing-masing media memiliki fokus pemberitaan yang berbeda, misalnya khusus hiburan, bisnis, atau berita daerah.

Praktisi PR harus mengetahui sebelumnya mengenai fokus-fokus pemberitaan media sebelumnya mengirimkan press release.

Jika siaran pers yang dikirimkan tidak sesuai dengan fokus pemberitaan media maka sudah jelas akan diabaikan oleh jurnalis.

Maka dari itu, penting untuk memiliki daftar media sekaligus isu yang dijadikan fokus utama dari media tersebut.

Baca juga: 3 Cara Menulis Siaran Pers untuk Jasa

Kesimpulan

Siaran pers sangat penting untuk memperkenalkan sebuah brand atau perusahaan kepada masyarakat, tetapi Anda harus menghindari contoh press release seperti berikut:Â

  1. Terlalu teknis
  2. Terlalu jualan
  3. Terlalu banyak klaimÂ
  4. Tidak ada kutipan
  5. Bahasa sulit dipahami
  6. Salah waktu pengiriman
  7. Tidak dikirimkan ke media yang tepat

Penting untuk praktisi PR memperhatikan tujuh hal tersebut jika ingin siaran pers dipublikasikan oleh media massa.Â

Tim RadVoice dapat membantu Anda tidak hanya dalam menyusun pesan komunikasi yang kuat, tetapi juga mempersiapkan strategi komunikasi yang efektif untuk berbagai kebutuhan, termasuk media exposure dan corporate communication.

blank

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *